Senin, 18 Januari 2010

Ciuman



Ternyata ciuman atau dalam bahasa gaulnya cipokan berdampak baik bagi kesehatan. Hal itu asalkan tidak terlalu lama didalam melumat lidah pasangan anda. Apabila ciuman berlama-lama tentunya, bagi kaum pria kantung bola kembar dibawah selangkangan kerap akan terasa sakit dikarenakan terlalu lama saling melumat satu sama lainnya. Namun disamping itu, berciuman tidak hanya sekedar menjaga sebuah hubungan agar tetap harmonis. Menurut penelitian baru-baru ini, berciuman ternyata dapat berpengaruh baik dalam kesehatan. Diantara efek dari ciuman diantaranya Pertama, Berciuman secara alami akan membuat anda lebih rileks. Penelitian ilmiah mengatakan, dapat meningkatkan tingkat oksitosin, yaitu menenangkan reaksi alami tubuh dan juga dapat meningkat endorfin, tubuh berekasi dengan baik. Meludah juga bisa meningkatkan dopamin, yang membantu dalam menambahkan perasaan romantis.
Kedua, berciuman dapat membakar kalori, seperti membakar setengah gelas anggur. Efeknya pada setiap orang berbeda, biasanya bisa membakar dua hingga enam kalori per menit. Ketiga, berciuman membuat otot-otot wajah menjadi kuat. Jangan remehkan olahraga pada mulut Anda. Para peneliti mengatakan, ketika Anda berciuman, sebanyak 30 otot berkontraksi. Berciuman dapat membuat pipi Anda kencang.
Keempat, Berciuman dapat membantu Anda memilih pasangan yang terbaik. Seorang Antropolog, Helen Fisher menggambarkan, berciuman sebagai "alat penilaian pada pasangan." Sebagian besar ciuman bertujuan untuk mendapatkan sensasi dari sekitar bibir, pipi, lidah, dan hidung. Dari 12 saraf tengkorak, lima di antaranya adalah berada di sekitar mulut. Hal ini berguna untuk mengetahui dari hal yang rumit, bau, sentuhan, dan suhu. Ketika Anda mencium seseorang, Anda dapat merasakannya, apa yang Anda inginkan dan apa yang dapat Anda berikan.
Kelima, Berciuman dapat meningkatkan kekebalan. Sebuah penelitian baru-baru ini mengatakan, ciuman bisa meningkatkan kekebalan seorang wanita dari sitomegalovirus. Kontak melalui mulut ke mulut, biasanya membawa penyakit. Namun pada orang dewasa, berciuman relatif tidak berbahaya. Berciuman telah lama dianggap sebagai cara untuk menyampaikan penyakit dan demikian dapat memperkuat pertahanan tubuh.

Minggu, 17 Januari 2010

Penyaluran Narkoba Melalui Segala cara



Dirilis dari media Online Share Info terkait Jalur Narkoba, menghalalkan segala cara (baca dulu baru liat videonya)

Tolong dibaca dulu baru buka Videonya??? Sadis Banget??..! Berdoalah, dan bersiaplah untuk berita mengejutkan ini. Berita sangat menyedihkan...

Seorang teman sekerja, punya adik wanita di Texas dan bersama suaminya membuat rencana untuk berlibur ke seberang perbatasan Mexico untuk berbelanja. Di menit terakhir, baby sitter mereka nggak jadi ikut dan mereka harus membawa anak mereka yang berumur 2 tahun bersama.

Ketika mereka sudah menyeberang dari perbatasan sekitar satu jam, tiba-tiba anak mereka berlarian ke pojok. Ibunya tentu saja megejar, tetapi anak tersebut hilang.
Sebagai ibu, lalu mencari petugas kepolisian, petugas itu lalu meminta ibu tersebut pergi ke gerbang dan menunggu. Tidak mengerti apa maksudnya, ibu itu hanya menurut dan menunggu saja, sesuai permintaan polisi.

Selang 45 menit kemudian, seorang pria mendekati perbatasan membawa seorang anak kecil yang hilang itu. Ibu ini lalu berlari menuju anak itu, dan bersyukur karena anak itu sudah ditemukan. Ketika Pria tadi sadar bahwa ibu tersebut ternyata orang tua dari anak kecil yang digendongnya, ia melempar anak tersebut dan lari. Polisi yang sudah menunggu menangkap pria itu.

Anak kecil itu sudah mati. Dalam 45 menit hilang, anak tersebut di belah terbuka, semua isi dalam tubuh dikeluarkan, dan diganti penuh dengan COCAINE. Pria tersebut, akan seolah-olah menyeberangi perbatasan dengan anak yang seolah-olah tertidur. Anak berumur 2 tahun itu sudah mati, kemudian akan dianggap hanya seperti sampah demi COCAINE milik seseorang.

Bila cerita ini bisa keluar, dan dapat merubah pikiran seseorang tentang bagaimana efek narkotika, maka e-mail ini akan membantu sekali. Mohon kirim e-mail ini ke sebanyak mungkin orang yang anda bisa. Bila anda punya PC rumahan, kirim dari sana juga. Mari berharap dan berdoa, agar film ini merubah banyak pemikiran orang.

Jumat, 15 Januari 2010

Pantat Besar Baik untuk Kesehatan

ANDA kesulitan mengurangi ukuran pantat? Tidak perlu memaksakan diri. Pasalnya, para peneliti menemukan bahwa lemak bokong menghambat proses peradangan yang berkaitan dengan penyakit jantung.

Hasil studi yang dipublikasikan di Journal of Obesity menyebutkan bahwa lemak di pantat dan paha jauh lebih baik dibandingkan lemak perut. Lemak di kedua area ini menurunkan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan kadar kolesterol baik, sehingga mencegah pengerasan dinding arteri.

Selain itu, temuan para peneliti dari Oxford University ini juga menyebutkan bahwa ukuran pantat yang lebih besar mengurangi risiko diabetes. Hasil studi ini memperkaya bukti manfaat positif memiliki bentuk tubuh seperti buah pir.

Dalam studi ini, peneliti mereview beberapa studi yang mempelajari manfaat bagian tubuh bawah atau lemak gluteofemoral dan membandingkannya dengan lemak perut.

Lemak baik dan lemak jahat

Mengapa lemak di pantat lebih baik? Lemak di area ini, menurut peneliti, berperan sebagai penyangga, menyapu semua lemak yang bisa membahayakan jika berada di area tubuh lainnya. Selain itu, lemak pantat juga meningkatkan hormon yang mempengaruhi selera makan dan berat badan.

Di samping itu, lemak ini juga dipecah dengan cara yang lebih lambat dibandingkan lemak perut. Dengan begitu, lemak ini memproduksi lebih sedikit zat kimia yang dikenal dengan inflammatory cytokines. Zat kimia ini telah lama dikaitkan dengan penyakit jantung, diabetes dan obesitas.

"Lemak di sekitar paha dan pinggul berbeda dengan lemak yang menumpuk di sekitar perut," tutur peneliti Konstantinos Manolopoulos, seperti dikutip situs dailymail.

Menurut Manolopoulos, lemak juga sama seperti kolesterol, terdiri dari lemak jahat dan lemak baik. Sel-sel lemak di bagian tubuh bawah mempunyai cara kerja yang berbeda dengan sel-sel lemak tubuh bagian atas.

Temuan ini, menurut Fotini Rozakeas dari British Heart Foundation, memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai cara kerja lemak di dalam tubuh. Dengan begitu, temuan ini bisa membantu pengembangan sistem pendekatan baru untuk mengurangi penyakit jantung dan peredaran darah.

"Jika Anda kelebihan berat badan, obesitas, atau mengalami penambahan ukuran lingkar pinggang, ada baiknya mulai mengubah gaya hidup dengan menerapkan poal diet sehat dan olahraga teratur. Cara ini berfungsi mengurangi risiko gangguan jantung."

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls